Bantu Belajar

Senin, 05 Januari 2015

Pengertian, Ciri - Ciri dan Jenis Pantun

Pantun adalah jenis puisi lama peninggalan sastra melayu lama. Pantun merupakan salah satu puisi... thumbnail 1 summary
Pengertian, Ciri - Ciri dan Jenis Pantun
Pantun adalah jenis puisi lama peninggalan sastra melayu lama. Pantun merupakan salah satu puisi lama asli masyarakat melayu yang sangat populer. Sekarang penggunaan pantun dapat diselaraskan sesuai dengan jenis pantun.

Struktur pantun terdiri atas sampiran dan isi. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi.




Bentuk – bentuk pantun :
  1. Pantun Berkait 

  2. Pantun Berkait disebut juga pantun berantai atau seloka. Pantun berkait adalah yang terdiri atas beberapa bait, dan bait yang satu dengan bait dengan yang lainnya sambung-menyambung. Baris kedua dan keempat dari bait pertama dipakai kembali pada garis pertama dan ketiga dari bait kedua. Demikian pula hubungan antara bait kedua dengan ketiga, ketiga dengan keempat, dan seterusnya. 

  3. Talibun

  4. Talibun adalah Pantun yang susunannya terdiri atas enam, delapan, ataupun sepuluh baris. Pembagian baitnya sama dengan pantun biasa, yakni terdiri atas sambiran dan isi. Jika talibun itu enam baris maka tiga baris pertama merupakan sampiran, sedangkan tiga baris berikutnya merupakan isi.

  5. Pantun Kilat

  6. Pantun Kilat atau karmina adalah pantun yang terdiri atas dua baris : Baris pertama merupakan sampuran dan baris kedua merupakan isi.
Ciri – ciri pantun :

  • Satu bait terdiri atas empat bait atau larik
  • Setiap baris terdiri atas 4 sampai 5 kata
  • Setiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata
  • Rima akhir berpola a-b-a-b

Jenis - jenis pantun :


Pantun Adat :

Menanam kelapa di pulau Bukum
Tinggi sedepa sudah berbuah
Adat bermula dengan hukum
Hukum bersandar di Kitabullah

Pantun Agama :

Banyak bulan perkara bulan
Tidak semulia bulan puasa
Banyak tuhan perkara tuhan
Tidak semulia Tuhan Yang Esa

Pantun Budi :

Bunga cina di atas batu
Daunnya lepas ke dalam ruang
Adat budaya tidak berlaku
Sebabnya emas budi terbuang

Pantun Jenaka :

Di mana kuang hendak bertelur
Di atas lata di rongga batu
Di mana tuan hendak tidur
Di atas dada di rongga susu

Pantun Kepahlawanan :

Adakah perisai bertali rambut
Rambut dipintal akan cemara
Adakah misai tahu takut
Kamipun muda lagi perkasa

Pantun Kias :

Ayam sabung jangan dipaut
Jika ditambat kalah laganya
Asam di gunung ikan di laut
Dalam belanga bertemu juga

Pantun Nasihat :

Kayu cendana di atas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang

Pantun Percintaan :

Coba-coba menanam mumbang
Moga-moga tumbuh kelapa
Coba-coba bertanam sayang
Moga-moga menjadi cinta

Pantun Peribahasa :

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian

Pantun Perpisahan :

Pucuk pauh delima batu
Anak sembilang di tapak tangan
Biar jauh di negeri satu
Hilang di mata di hati jangan

Pantun Teka-teki :

Kalau tuan bawa keladi
Bawakan juga si pucuk rebung
Kalau tuan bijak bestari
Binatang apa tanduk di hidung?