Bantu Belajar

Minggu, 13 September 2015

Pengertian Enzim, Klasifikasi, Sifat Serta Cara Kerja Enzim

Enzim berasal dari kata en = dalam dan zyme = ragi. Enzim merupakan biomolekul berupa protein yang ... thumbnail 1 summary
Enzim berasal dari kata en = dalam dan zyme = ragi. Enzim merupakan biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis ( yaitu senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia organik. Walaupun enzim meningkatkan laju reaksi metabolisme enzim tidak ikut bereaksi. 

Dalam penamaan enzim umumnya sesuai dengan nama substratnya (zat yang dipengaruhi enzim) dan diberi akhiran -ase, contohnya lipid menjadi lipase, selulosa menjadi selulase dan heksosa menjadi heksokinase.

Enzim
Klasifikasi Enzim :

Berdasarkan tempat bekerjanya dibagi menjadi 2 yaitu :
  • Enzim Intraseluler yaitu enzim yang bekerja didalam sel, contohnya katalase.
  • Enzim Ekstraseluler yaitu enzim yang bekerja di luar sel, contohnya renin, pepsin, dan lipase.
Berdasarkan tipe reaksi yang dikatalisis :
  • Oksidoreduktase yaitu mengatalisis reaksi oksidasi dan reduksi.
  • Transferase yaitu mengatalisis pemindahan gugus.
  • Hidrolase yaitu mengatalisis pemutusan ikatan kimia dengan penambahan air.
  • Liase yaitu mengatalisis pembentukan ikatan rangkap dengan melepaskan satu gugus kimia.
  • Isomerase yaitu mengatalisis perubahan isomer.
  • Ligase yaitu mengatalisis penggabungan dua molekul yang disertai dengan hidrolisis ATP.
  • Polimerase yaitu penggabungan monomer - monomer sehingga terbentuk polimer.

Komponen Penyusun Enzim :

Enzim yang lengkap terdiri atas senyawa protein dan nonprotein, untuk senyawa protein disebut sebagai apoenzim dan nonprotein yaitu kofaktor.

1. Apoenzim, yaitu enzim yang tersusun atas protein dan bersifat labil (mudah berubah) terhadap faktor lingkungan.

2. Kofaktor,yaitu komponen non protein yang berupa :
  • Ion-ion anorganik (aktivator) yang berupa logam yang berikatan lemah dengan enzim, Fe, Ca, Mn, Zn, K, Co. Ion klorida, ion kalsium merupakan contoh ion anorganik yang membantu enzim amilase mencerna karbohidrat (amilum)
  • Gugus prostetik yang berupa senyawa organik yang berikatan kuat dengan enzim, FAD (Flavin Adenin Dinucleotide), biotin, dan heme merupakan gugus prostetik yang mengandung zat besi berperan memberi kekuatan ekstra pada enzim terutama katalase, peroksidae, sitokrom oksidase.
  • Koenzim yang berupa molekul organik non protein kompleks, seperti NAD (Nicotineamide Adenine Dinucleotide), koenzim-A, ATP, dan vitamin yang berperan dalam memindahkan gugus kimia, atom, atau elektron dari satu enzim ke enzim lain.

Sifat - Sifat Enzim :

1. Enzim memiliki sifat menggumpal jika dipanaskan.
2. Enzim bekerja secara spesifik, artinya hanya bekerja pada substrat tertentu.
3. Enzim berfungsi sebagai katalis yang akan mempercepat terjadinya reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi ( EA ).
4. Enzim dapat digunakan berulang kali, karena enzim tidak ikut bereaksi.
5. Enzim diperlukan dalam jumlah yang sedikit.
6. Pada umumnya, enzim bersifat reversible yaitu dapat bekerja bolak - balik atau dua arah.

Cara Kerja Enzim :

Ada dua teori yang akan menerangkan tentang cara kerja enzim, berikut teorinya :

1. Teori Gembok dengan Anak Kuncinya ( Lock and Key )

Pada teori ini bentuk sisi aktif enzim sangat spesifik sehingga harus memilki bentuk molekul tertentu yang sesuai. enzim akan bergabung dengan substrat membentuk ikatan kompleks bagaikan gembok dengan anak kuncinya, namun jika bentuk sisi aktif enzim dengan substrat tidak cocok maka tidak akan terjadi ikatan kompleks.

2. Teori Kecocokan Induksi ( Induced Fit Theory )

Pada teori ini enzim mempunyai bentuk yang fleksibel. Pada saat substrat memasuki sisi aktif enzim bentuk sisi aktif enzim akan termodifikasi melingkupi substrat sehingga terbentuk ikatan kompleks antara enzim dengan substrat. sedangkan jika produk terlepas sisi aktif enzim akan kembali seperti semula.

Penghambat Kerja Enzim ( Inhibitor ) :

Berdasarkan sifat ikatannya dibagi menjadi dua, sebagai berikut :

  • Inhibitor irreversible yaitu inhibitor yang reaksi kimianya berjalan satu arah, di mana setelah inhibitor mengikat enzim, inhibitor tidak dapat dipisahkan dan bersifat stabil. Jika inhibitor berikatan dengan sisi aktif enzim secara kovalen sehingga mempunyai ikatan yang kuat dan tidak dapat terlepas, hal ini menyebabkan enzim menjadi tidak aktif dan tidak dapat kembali seperti semula.
  • Inhibitor reversible yaitu inhibitor yang reaksi kimianya berjalan dua arah atau dapat balik dan bersifat tidak stabil, Jika inhibitor berikatan dengan enzim secara lemah artinya inhibitor dapat terlepas kembali dari enzim sehingga enzim dapat kembali aktif.
Faktor yang Mempengaruh Kerja Enzim :
  • Suhu
  • Ph ( Derajat Keasaman )
  • Aktivator
  • Inhibitor
  • Konsentrasi Enzim
  • Konsentrasi Substrat
  • Zat Hasil