Bantu Belajar

Selasa, 03 November 2015

Pengertian, Struktur dan Replikasi DNA

DNA atau Asam deoksiribonukleat adalah suatu asam atau biomolekul yang menyimpan informasi genetika... thumbnail 1 summary
DNA atau Asam deoksiribonukleat adalah suatu asam atau biomolekul yang menyimpan informasi genetika dan segala hal unik pada setiap makhluk hidup dan juga virus. DNA ini pertama kali dikemukakan oleh Friedrich Miescher pada tahun 1869.

DNA ini berfungsi sebagai penyusun gen pada kromosom di dalam inti sel, tetapi DNA juga dapat ditemukan di mitokondria, sentriol, kloroplas dan plastida. Berikut merupakan fungsi dari DNA :

1. Berfungsi sebagai bahan warisan sel
2. Mengendalikan aktivitas sel
3. Berfungsi sebagai kumpulan unit informasi

Struktur DNA :

Pada tahun 1953, James Watson dan Francis Crick mengemukakan model struktur molekul tiga dimensi yang berbentuk untai panjang heliks ganda berpilin kanan. DNA yaitu suatu polimer yang terdiri dari nukleotida, nukleotida terdiri dari 3 komponen yaitu :

1. Gula pentosa deoksiribosa
2. Gugus fosfat
3. Basa Nitrogen ( Purin dan Primidin

Nukleotida terdiri atas 1 gula deoksiribosa, 1 gugus fosfat dan 1 basa nitrogen.

Struktur Heliks DNA

Fosfat dari nukleotida akan membentuk ikatan dengan fosfodiester dengan hula dari nukleotida berikutnya, sementara itu basa nitrogen purin pada suatu nukleotida akan membentuk ikatan hidrogen sebagai pasangan dengan pirimidin dari nukleotida lainnya. Pasangan tetap basa nitrogen purin pirimidin yaitu :
  • guanin (G) - sitosin ( C atau S ) : Membentuk 3 ikatan hidrogen
  • adenin (A) - timin (T) : Membentuk 2 ikatan hidrogen
Pita Dua Untai

Replikasi DNA :

Replikasi DNA adalah suatu proses penggandaan DNA untuk memperbanyak diri yang terjadi pada fase sintesi saat interfase menjelang sel akan membelah. Dalam Replikasi DNA ada 3 model Replikasi DNA, sebagai berikut :

1. Model Konservatif

Yaitu suatu model yang kedua untai polinukleotida induk tidak berubah dan berfungsi sebagai cetakan.

2. Model Semikonservatif

Yaitu suatu model yang kedua untai polinukleotida berpisah, tetapi masing - masing untai nukleotida membuat untai polinukleotida baru sebagai pelengkapnya.

3. Model Dispersif

Yaitu suatu model yang beberapa bagian kedua untai polinukleotida lama secara tersebar berfungsi sebagai cetakan, tetapi masing - masing untai nukleotida membuat untai polinukleotida baru sebagai pelengkapnya.

Model DNA


Dalam Replikasi DNA, prosesnya terjadi di dalam nukleus ( inti sel ) dan sumber energinya berasal dari nukleosida trifosfat. Dalam prosesnya dikatalis oleh beberapa enzim yaitu :
  • Helikase, berfungsi memutuskan ikatan hidrogen untuk membuka heliks ganda DNA menjadi dua untai tunggal.
  • RNA Primase, berfungsi menggabungkan nukleotida RNA agar dapat membentuk primer.
  • DNA Polimerase, berfungsi menggabungkan nukleotida menjadi polimer DNA yang panjang.
  • DNA Ligase, berfungsi menyambungkan fragmen DNA yang baru terbentuk.