Bantu Belajar

Selasa, 26 Juli 2016

Pengertian Serta Ciri - Ciri Archaebacteria dan Eubacteria

Archaebacteria Archaebacteria ( arkhaio = kuno )   termasuk kedalam kerajaan mikroogranisme b... thumbnail 1 summary
Archaebacteria

Archaebacteria
Archaebacteria ( arkhaio = kuno ) termasuk kedalam kerajaan mikroogranisme bersel satu, ciri - ciri Archaebacteria diantara lain adalah hidup pada habitat ekstrem seperti sumber air panas dan telaga garam, bereproduksi dengan cara pembelahan biner, pembelahan berganda, pembentukan tunas dan fragmentasi, bersifat anaerob.


Archaebacteria dibagi menjadi tiga kelompok yaitu :

1. Metanogen

Dinamakan metanogen karena archaebacteria ini karena memiliki ciri khas yaitu metabolisme energinya menghasilkan gas metana. Metanogen ini bersifat anaerobik dan kemosintetik, ia mendapatkan makan dengan membusukkan sisa - sisa makanan. Ia hidup di daerah lumpur dan rawa,

2. Halofil Ekstrem

Sesuai namanya halo yang berarti garam, archaebacteria ini hidup pada lingkungan yang berkadar garam tinggi. Ia hidup di danau asin atau laut mati.

3. Termofil Ekstrem

Archaebacteria ini hidup pada lingkungan yang bersuhu tinggi dan bersifat asam, ia hidup dengan mengoksidasi sulfur dan biasa hidup di lubang vulkanis dan daerah yang bersulfur.

Eubacteria

Eubacteria
Eubacteria atau biasa dikenal dengan bakteri merupakan suatu organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Bakteri hampir hidup di seluruh tempat bahkan di tubuh kita. Bakteri bersifat kosmopolit yaitu tumbuhan/hewan yang areal penyebarannya luas

Ciri - ciri eubacteria :

1. Dinding sel terusus atas mukopolisakarida dan peptidoglikan
2. Sel bakteri dapat menyekresikan lendir ke permukaan dinding selnya
3. Membran sitoplasma tersusun atas fosfolipid dan protein
4. Sitoplasma dikelilingi oleh membran sitoplasma
5. Bersel satu
6. Bersifat prokariotik

Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria

Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria